Motorplus-online

Minggu, 17 Juni 2012

Tidak Bisa Mati


YAMAHANOUVO 2006 JAKARTA






Pelek di sepuh tembaga
Tangki bensin baru

Lampu belakang serba HD

Aliran low rider mencapai puncak kejayaannya sekitar 3 tahun lalu. Memasuki 2011 banyak yang beranggapan bahwa gaya modifikasi seperti ini sudah mati. Indikasi itu bisa diintip dari jumlah peserta contetzt yang terjun di kelas ini. Tapi, bagi Antonius Chandra, low rider tidak bisa mati begitu saja. Dengan inovasi, tema ini masih akan tetap menarik dan akan selalu berkelas. 

Lihat saja pada Nouvo karya Ton's Chrome (TC) ini. "Jika sekadar memundurkan sumbu roda memang sudah basi, tapi dibuat tampil beda dengan beberapa inovasi, hasilnya seperti ini," kata Anton yang menyabet juara 1 di kelas low rider pada event tahunan MOTOR Plus Skubek Contezt 2011 lalu.
 

Sesuai konsep low rider, roda belakang pasti dibuat lebih mundur. "Cukup 10 cm, pelek belakang sengaja dibuat dengan ukuran ekstra lebar supaya sesuai bodi Nouvo yang besar," lanjut pria asal Palembang ini. Pelek belakang pakai ukuran 8 x 14 inci.

Langkah berikutnya terlihat kejelian Anton. "Biasanya orang berhenti sampai situ. Pelek lebar dan mundur. Padahal jika begitu aja, motor akan terlihat aneh sebab mesin tetap terlihat kecil jadi kurang harmonis dilihat," cuapnya panjang-lebar.

Karena menyadari efek mesin yang menjadi jomplang tadi, dibuatlah trik dengan membuatkan cover untuk kipas. Posisinya ada di sebalah kanan. Dengan bentuk seperti ini, mesin seolah jadi lebih besar mengimbangi bodi.
 

Hal lain yang bisa dibilang jadi inovasi adalah adanya semacam tabung di atas rumah CVT. "Itulah tangki bensin sekarang. Ada beberapa manfaat dari pembuatan tangki seperti itu," tunjuk pemilik bengkel di Jl. Ciputat Raya No. 20A, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
 

Pertama dengan tangki diluar seperti itu, enggak bakal ribet lagi saat mengisi bensin. "Sebab dengan bentuk jok seperti ini, agak susah saat mengisi bensin. Kalau begini, kan jadi lebih enak," ujar pria yang ahli dalam lapis verneckel ini.
 

Penampung bensin tadi bisa juga menjadi variasi tambahan yang menarik. "Karena itu bentuk dan finishing memang harus bagus karena jelas dan langsung terlihat," tambah Anton lagi.
 
 
Aslinya tabung yang dipakai adalah tabung pemadam api. "Dicustom posisi lubang untuk bensin, terakhir baru dikrom biar lebh mengilap," tutup Anton yang juga memperhatikan jalur slang bensin agar tetap rapi. 
 

Masih ada memang!
 (motorplus-online.com)


Dek dari pelat mengikuti lekukan body
Bodi Campuran

Selama ini Anton selalu menggunakan pelat. Kali ini mulai sedikit ditinggalkan. "Saya coba mengombinasikan dengan fiber juga," buka modifikator gondrong itu.

Pelat galvanis digunakan untuk membuat sepatbor. "Kalau untuk ini wajib hukumnya pelat karena lebih kokoh, kalau pun nabrak enggak bakap pecah," cuapnya sambil bilang kalau supaya lebih aman.

Begitu juga dengan bodi belakang. "Sebenarnya saya memang lebih sip dengan pelat, bisa ngebentuk bodi lebih sesuai selera," cerita penyuka ayam ini.
 

Bagian lain yang dibuat dari pelat adalah dek lengkap dengan bodi kit. "Desain mengikuti bodi atas, besar dan memanjang," tegas Anton.
 

Sementara yang dibuat dari fiber hanya bodi bagian depan. "Biar lebih gampang memasang lampu variasi Scoopy ini. Selain itu juga, tentu agar bobot total motor jadi tidak terlalu berat," cerita pria ramah ini.
Data Modifikasi
Ban depan : Swallow 140/60-14
Ban belakang : Swallow 180/60-14
Pelek depan : Custom 4x14 inci
Pelek belakang : Custom 8x14 inci
Setang : Custom
Stop lamp : H-D
TC : (021) 7392471
Penulis : Nurfil | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT

waroengkopikoe

Rabu, 02 Mei 2012

Big Skubek Bertangki Sport




Yamaha
Nouvo, 2002 
(Jakarta)




Tutup tangki ala motor sport
Yamaha Nouvo lansiran 2002 milik Alex ini jadi wujud obsesinya punya big skubek. Yap, skubek berdimensi dan ber-cc besar layaknya Honda DNA atau Suzuki Brugman. Tapi, syaratnya kudu ada tangki layaknya pacuan sport!

“Kepingin aja punya motor seperti itu. Malah tadinya ingin pakai Yamaha Mio buat basis modif. Tapi, akhirnya pilih Nouvo,” sebut pria yang hanya ingin dikenal sebagai Alex saja.

Buat wujudkan asa, Alex pun langsung kontak ke Rudi Gunawan yang juragan workshop modifikasi Berkat Motor. “Dalam perjalanan modif Nouvo ini, banyak terjadi perubahan konsep. Karena dari Alex sendiri ingin ada penambahan desain,” kata Rudi.

Tetapi, seperti konsep awal yang sudah disepakati, big skubek ini kudu aplikasi tangki di tengah. “Tangki pakai punya Suzuki GSX-R400. Tapi, bentuknya dicustom lagi biar sesuai bodi depan dan belakang,” bilang modifikator senior itu dari workshopnya di Jl. Ciledug Raya, No. 1, Kreo, Ciledug, Tangerang.
Shock Breker belakang After market

Meski pakai tangki layaknya sport, tapi Rudi tak perlu membuat rangka tengah sebagai dudukan wadah bahan bakar itu. Agar terpasang sempurna, cukup dibuatkan dudukan dari pelat besi tebal 2 mm di sasis belakang komstir.

Sedang buat pegangan tangki belakang, dari pelat besi tebal 4 mm. “Dibuat kanan-kiri di setiap ujungnya. Jadi lebih kokoh. Karena titik berat tangki lebih banyak di belakang,” aku ayah dua anak itu.

Kelar tangki terpasang, selanjutnya tinggal sesuaikan bodi keseluruhan. Cover depan pakai Yamaha Nouvo Z. Begitu juga bodi belakang. “Tapi, karena motor lebih panjang, bodi disambung dari dua bodi Nouvo Z,” tutup Rudi yang ramah. 
(motorplus-online.com)







 
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 140/70-14
Ban belakang : Deli Tire 140/70-14
Sok depan : Suzuki GSX 400
Master rem : Kawasaki ER-6n
Berkat Motor : (021) 935-17093
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi

waroengkopikoe

Jumat, 20 April 2012

Paduan Speedway dan Board Tracker




YAMAHA
 Nouvo, 2003 (Jakarta)





Suka pacuan bergaya board tracker dan speedway, bikin Arthur Wullur modif abis Yamaha Nouvo miliknya. “Ini versi kecilnya deh,” ungkap modifikator yang punya workshop berlabel Violetta Rumble Team (VRT) Modified.Nouvo yang bergenre skubek, kini berganti layaknya pacuan sport. Tapi soal engine, tetap matik. Rangka, semua dibuat ulang. 

Setidaknya, ada dua ukuran pipa yang dipakai. Center bone, pakai pipa seamless 2 inci. Sedang untuk bagian tangki dan jok, pria berambut panjang ini pilih pipa baja diameter 30mm.

Konsep simpel juga diaplikasi di Nouvo lansiran 2003 ini. Maka itu, peranti seperti CDI, kiprok dan bendik starter disembunyikan di tangki sisi kiri. Jadi, tangki yang dibuat dari pelat besi 0,8mm ini hanya berfungsi sebagai wadah BBM di sisi kanan aja.
 

“Motor ini juga didedikasikan untuk putri saya. Yaitu, Violetta Evrosina,” pesan Arthur   
(motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 70/90-14
Ban belakang : IRC 80/90-14
Setang : Uno (MTB)
Karburator : Keihin PE 24
VRT Modified : (021) 995-34907
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi


waroengkopikoe

Selasa, 24 Januari 2012

Yamaha Nouvo Mutilasi, Jadi Lele Dumbo


YamahaNouvo, 2003 (Palembang)


Yamaha Nouvo 2003 dikenal dengan sebutan Nouvo lele. Karena tampang depannya persis ikan yang dalam bahasa latinnya disebut clarias. Di tangan Achmad Fadly dari Dhanny Custom (DC), Palembang, Sumatera Selatan berubah jadi lele dumbo.

Kok bisa disebut lele dumbo? Lele dumbo kan jenis lele ternakan yang asalnya dari Afrika. Dibanding lele asli Indonesia, lele dumbo lebih mudah besar.

Nouvo lele digarap DC Motor mendadak gede. Depan-belakang sudah dikasih pakan Mio Soul dan Honda Tiger Revo. “Sistem mutilasi. Dipotong dan disambung. Bukan bikin bodi baru dari fiber,” ungkap Dani Firmansyah, pentolan DC Motor di Jl. Radial, Palembang.
 


Proses modifikasi ala mutilasi ini pastinya ribet. “Kayak bagian depan pakai Mio Soul, tapi dashboard masih pakai punya Nouvo. Demikian juga cover kanan-kiri sampai buntut yang asli Nouvo disambung punya pakai punya Tiger Revo,” ulas Dani yang sudah buka rumah modif sejak tiga tahun lalu itu.

Dua bagian yang disambung paling sulit di bagian depan. Bodi Soul digabung dashboard Nouvo. Dirancang ulang supaya sambungannya mantap. “Bodi Soul dan Nouvo ada yang dipotong. Biar pas, juga tidak goyang waktu dipasang,” bilang brother 25 tahun itu.

Berbeda dengan buntut sampai bagian yang menggembung. Diambil dari bodi Tiger Revo. Cover samping aslinya Nouvo disambung langsung dengan bagian bodi Tiger Revo. 

Biar sambungan kuat, bagian depan milik Mio Soul dengan bodi samping kanan-kiri Nouvo dipakai solder. Solder dipakai untuk  melelehkan bagian pinggir untuk sambungan. Sewaktu panas jadi lengket dan merekat antar bodi. Setelah itu baru dikasih fiber supaya sambungannya enggak kelihatan.
 

“Sebenarnya biaya modifikasi seperti ini murah, tapi butuh waktu lama dibanding bikin bodi baru. Sayang, tingkat kesulitannya gak kelihatan karena sudah ditutup fiber,” sebut Dani yang asli Bandung.

Alhasil, Nouvo lele dumbo garapan DC Motor dapat peringkat III lelas low rider atau hot rod di Yamaha Cuzztomatic 4, Region 2, Palembang.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 140/50-14
Ban belakang: Swallow 160/50-14
Pelek: 14 inci custom dari Honda Jazz
Sokbreker: YSS

DC Motor:             0898-0828-181     
Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
waroengkopikoe

Minggu, 11 Desember 2011

Jawara CUZZTOMATIC Palembang



Yamaha
NOUVO 2005
 (PRABUMULIH)


Ini dia The Best Region 2, Yamaha Cuzztomatic 4, Palembang. Yamaha Nouvo milik H. Fredy Roman ini juga meraih Juara 1 Automatic X-Treme MEFRIK. Mengusung konsep matik down hill yang memang seperti sepeda down hill. Ubahan dengan gaya ini pastinya menyulitkan untuk senter. 

Masalah menempatkan posisi mesin supaya pas memang sulit di motor yang sudah kena rombakan total. Rangka dan kondomnya aja sudah berubah total. Sudah enggak ada lagi ciri skubek di Nouvo milik Fredy ini.
 

Apa yang dialami Fredy tentu juga dialami modifikator lain yang bikin modifikasi berat sampai bikin rangka baru. Apalagi, secara dimensi ubahan yang dilakukan Fredy sangat langsing. Artinya, posisi engine mounting sangat terbatas penempatannya di rangka utama.  
 

“Swing arm menyatu dengan rangka utama. Posisi mesin dan CVT dijepit lengan ayun. Bagaimana caranya supaya posisi mesin dan CVT di tengah, ini yang sempat bikin pusing,” cerita Fredy yang tinggal di Jl. Alipatan, Prabumulih, Sumatera Selatan.
 

Lihat sendiri deh di foto bagaimana mesin sejajar dengan CVT. Posisi mesin pun enggak lagi horisontal, sudah hampir di posisi vertikal. Artinya, seandainya posisi mesin enggak senter akan bermasalah pas dipakai riding.
 


“Engine mouting dicoba beberapa kali di beberapa tempat. Pasang-lepas berulang kali. Kalau belum senter, terasa banget bantingannya waktu dipakai,” urai Fredy yang juga pemilik rumah modifikasi Ti-je Modified WCC, Prabumulih. 

Setelah pemasangan beberapa kali, ketahuan posisi ideal engine mounting. Pegangan mesin ditanam mendekati tiang jok. Mouting juga ditanam di kanan-kiri rangka bagian bawah supaya tetap kuat dan mengurangi getaran.
 

Pipa Kotak Dan Pelat
Rangka baru di Nouvo milik Fredy ubahan total. Sudah enggak ada lagi sisa sasis yang bawaan motor. Rangka memanfaatkan pipa kotak dan pelat. Pipa kotak dengan ketebalan yang enggak diingat lagi.
 

Sasis menyatu dengan lengan ayun. Jadi, Nouvo Freddy benar-benar mirip sepeda. “Bahan sasis dibungkus pelat setebal 3mm. Dibentuk sendiri,” urai Fredy yang murah senyum setelah masuk Grandfinal Yamaha Cuzztomatic 4, Bandung.
 

Seandainya tanpa dibungkus pelat, rangka dari pipa kotak pasti kurang kelihatan sip. Benar-benar kayak sepeda BMX. Dengan dibungkus pelat, Nouvo Fredy jadi tampak enak dilihat.
 

Finishing dan kelir pun dikerjakan dengan rapi. Selamat! 
 (motorplus-online.com)
 DATA MODIFIKASI
Ban: Maxxis 1,40 x 16 
Sok: Upside down mini trail 
Sok belakang: Barros 
Carkam: Nissin
Ti-je Modified WCC :             0813-6999-1234       
Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT


waroeng kopikoe

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons